Showing posts with label Tips&Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips&Trik. Show all posts

Tips Selingkuh Agar Tidak Ketahuan

Selingkuh merupakan bagian dari kecurangan. Dan kecurangan bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Namun, kadang-kadang Anda tidak bisa menahan godaan untuk sedikit bersenang-senang. 

Kita hidup hanya sekali dan pastinya Anda ingin menikmati dan menjalani hidup Anda sepenuhnya. Anda mencintai dan menyayangi pasangan Anda dan pastinya tidak ingin membahayakan hubungan Anda. Bagaimana caranya agar dapat menipu pasangan tapi tidak tertangkap atau ketahuan?

Hal yang harus Anda lakukan adalah waspada dan ekstra hati-hati. Anda juga harus mempelajari seni melakukan kecurangan tanpa rasa bersalah, karena dengan rasa bersalah, Anda tidak sadar akan membuka rahasia pada pasangan Anda. Itu sebabnya Anda harus berhati-hati dalam menipu pasangan Anda agar tidak terjebak.

ada banyak cara menipu pasangan tanpa harus menyakiti perasaan mereka. Salah satunya dengan trik di atas. Kalaupun pasangan Anda mengetahuinya, dengan trik di atas maka pasangan Anda tidak akan sakit hati karena ia tidak mengetahui perbuatan Anda. Anda harus menjelaskan kepada pasangan Anda bahwa perbuatan yang Anda lakukan masih dalam batas kewajaran dan hanya sebatas hubungan pertemanan saja.

Tapi yang perlu diingat, jangan kecanduan dengan perbuatan semacam ini ya, kalau cuma sekali saja tidak apa-apa lah hehehe. Karena sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai lambat laun baunya akan tercium juga.

Cara Menghindari Kata " Jangan " Pada Anak

Menurut para ahli kata " Jangan " dapat membuat anak jadi putus asa, karena si anak merasa apa yang diperbuatnya selalu salah di mata orang tua. Yang akhirnya anak tidak mau lagi melakukan sesuatu karena dihantui perasaan bersalah. Di bawah ini sekedar contoh alternatif untuk menghindari kata " Jangan " :

                                                                                        Sumber : id.theasianparent.com
Alternatif kata " Jangan " di atas, sesungguhnya hanyalah contoh saja. Orang tua perlu lebih kreatif untuk mencari kata pengganti.
Selain itu sebenarnya kata " Jangan "  tidak berarti tidak boleh di ucapkan, akan tetapi jangan sampai terlalu sering digunakan orang tua pada si anak.
Dan apabila memang tidak ada alternatif lain pengganti kata " Jangan " sebaiknya intonasinya yang tepat dan jelaskan alasannya. Kalo saya secara pribadi biasan pengganti kata " Jangan " adalah " Tidak Boleh ", saya rasa kata " Tidak Boleh " lebih halus dan dapat dimengerti anak.
Sekian dari saya n Salam.

Tips Mengatasi Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Saat tiba di kantor apa yang langsung teman-teman lakukan? Kalau saya biasanya membuat secangkir kopi, berbincang soal berita terbaru dengan teman kerja sambil merokok, beda lagi dengan temen saya yang namanya Putri malah sibuk berselancar di media sosial dengan hp Samsungnya sambil buka kulkas ( ngomong dalam hati menu hari ini apa ). Ini yang disebut suka menunda-nunda pekerjaan. Mungkin hal ini dianggap hal yang biasa saja, tapi jika terlalu sering Anda lakukan bisa jadi sebuah kebiasaan buruk yang malah berdampak pada kinerja dan kesehatan, karena ternyata menunda pekerjaan dapat menyebabkan stress. Merasa sulit untuk tidak menunda-nunda pekerjaan? Silahkan coba beberapa tips berikut ini agar Anda tidak lagi sering menunda pekerjaan.
1. Fokus dan tetapkan prioritas
Anda perlu mengatur skala prioritas dan fokus pada skala tersebut. Itu adalah kunci dari kesuksesan mengatur tugas dan tanggung jawab. Coba untuk jauhi faktor-faktor yang menyebabkan penundaan kerja, seperti melakukan aktivitas-aktivitas yang tidak penting, misalnya membuka media sosial. Yang terpenting adalah terus memotivasi diri Anda sendiri, agar tujuan dan harapan Anda tercapai.
2. Mulai dengan tugas kecil
Kadang kala Anda perlu melakukan tugas sedikit demi sedikit untuk bisa menyelesaikannya. Jika dari awal Anda sudah merasa terbebani dengan betapa beratnya tugas Anda, akan sulit untuk memotivasi diri sendiri. Cobalah dengan melihat langkah-langkah kecil yang bisa Anda lakukan untuk mengerjakannya.
3. Rencanakan hari Anda
Orang-orang sukses biasanya merencanakan hari mereka terlebih dahulu. Dengan membuat perencanaan Anda bisa melakukan tugas lebih banyak dan membuat hari-hari Anda jadi lebih produktif. Susun rencana atau buat saja SOP untuk diri Anda sendiri. Seperti jam berapa tepatnya Anda harus sampai di kantor dan jam berapa tugas harian Anda sudah harus selesai.
4. Bangun lebih pagi
Percaya tidak percaya bangun pagi membuat Anda lebih bersemangat dan dapat melawan kebiasaan suka menunda pekerjaan. Jika Anda sulit bangun pagi, coba dengan memperbaiki jam tidur Anda, tak sulit, mulai dengan tidur setengah jam lebih awal. Lama kelamaan jam tidur Anda akan jadi lebih teratur. Bangun pagi juga akan membuat pikiran Anda lebih jernih, namun pastikan Anda tidur cukup. Percuma saja jika Anda bangun bagi, tapi Anda kurang tidur karena konsentrasi Anda akan sangat berkurang dan tidak dapat optimal dalam mengerjakan tugas.
5. Jauhi gangguan
Fokus memang bukan lah hal yang mudah, mulai lah dari menjauhkan diri Anda dari gangguan. Gangguan-gangguan yang biasanya datang adalah telepon genggam, TV, internet dan lainnya. Gangguan tersebut tentunya sangat menggoda Anda untuk menunda pekerjaan, seperti saat ternyata ada topik seru yang sedang hangat di internet, Anda jadi lupa mengerjakan tugas yang sudah Anda susun.
Itu dia tips agar Anda tidak lagi menjadi pegawai yang suka menunda pekerjaan dikutip dari Womanitely. Semoga dapat Anda terapkan dan bermanfaat. Salam

Daftar Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Saat Wawancara Kerja

Untuk sukses dalam sebuah job interview, anda harus memperlihatkan respon yang positif untuk semua pertanyaan yang diajukan. Oleh karena itu, untuk membantu Anda agar bisa lebih baik dalam menghadapi wawancara kerja, berikut ini diberikan daftar pertanyaan yang paling sering ditanyakan.
Pertanyaan yang biasa ditanyakan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori utama yaitu :
1. Pertanyaan yang Menunjukkan Bahwa Anda Dapat Melakukan Pekerjaan Tersebut
Pertanyaan ini berhubungan dengan keahlian, pendidikan, dan pengalaman. Contoh: Kenapa kami mesti menerima saudara? Kenapa anda mau bekerja di perusahaan ini? Mata pelajaran apa yang paling anda sukai semasa sekolah?
2. Pertanyaan yang Menunjukkan Bahwa Anda Akan Melakukan Pekerjaan Tersebut
Pertanyaan ini berhubungan dengan perilaku kerja, kemampuan untuk melalui, dan motivasi menuju sukses. Contoh: Apa yang ingin anda raih dalam 10 tahun kedepan? Apa yang akan anda lakukan? Kenapa anda memilih jurusan……semasa kuliah?
3. Pertanyaan yang Menunjukkan Bbahwa Anda Dapat Bersosialisasi dengan Baik
Pertanyaan ini berhubungan dengan hubungan antar individu, fokus fleksibilitas dan kepribadian. Contoh : Dapatkah anda menggambarkan suasana dan kondisi bekerja yang menurut anda paling ideal dalam hubungannya dengan karyawan lain? Jika saya bertanya pada perusahaan tempat anda bekerja sebelumnya, menurut anda apa yang akan dikatakan oleh mereka? Sebutkan tiga orang yang anda hormati dan kagumi ?
Jasa Website Instant @ 
48 Pertanyaan Yang Paling Sering Ditanyakan
Pertanyaan-pertanyaan dibawah ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pewawancara. Jangan menghapalkan jawabannya. Pewawancara tidak mencari jawaban yang spesifik, mereka akan tertarik pada respon anda dan kualitas yang ditampilkan dari respon tersebut. Tidak ada jawaban yang sangat “benar” untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.
1. Apa rencara jangka panjang dan rencana jangka pendek anda, kapan dan kenapa anda merencanakan hal tersebut, dan apa persiapan anda untuk mencapainya?
2. Apa tujuan spesifik anda, selain yang berhubungan dengan pekerjaan, yang anda miliki untuk 10 tahun kedepan?
3. Menurut anda, apa yang akan anda lakukan 5 tahun lagi?
4. Apa yang sebenarnya ingin anda lakukan dalam hidup ini?
5. Apa tujuan jangka panjang dari karir anda?
6. Bagaimana anda mencapai tujuan karir anda?
7. Apa reward terpenting yang anda harapkan dari karir anda?
8. Apa yang anda harapkan anda peroleh dalam waktu 5 tahun?
9. Mengapa anda memilik karir yang telah anda persiapkan tersebut ?
10. Menurut anda mana yang lebih penting, uang atau tipe pekerjaan?
11. Apa kelebihan dan kelemahan anda?
12. Bagaimana anda mendeskripsikan diri anda sendiri?
13. Bagaimana teman atau guru anda yang sangat dekat dengan anda, menjelaskan diri anda?
14. Bagaimana pendidikan mempersiapkan anda untuk karir yang sedang dijalani?
15. Kenapa kami mesti menerima saudara?
16. Apa kualifikasi yang anda miliki, yang anda pikir menjadi modal anda menuju sukses?
17. Bagaimana anda menentukan atau mengukur tingkat kesuksesan?
18. Menurut anda, apa yang dibutuhkan perusahaan seperti kami agar dapat memetik kesuksesan?
19. Bagaimana cara anda untuk memberikan kontribusi terhadap perusahaan ini?
20. Kualitas apa yang harus dimiliki oleh seorang manajer yang sukses?
21. Jelaskan hubungan seperti apa yang harus dimiliki oleh atasan dan bawahan?
22. Hasil apa yang anda peroleh yang memberikan anda kepuasan maksimal? Kenapa?
23. Jelaskan prestasi anda semasa kuliah?
24. Jika anda mempekerjakan mahasiswa yang baru lulus, apa kualitas yang anda pertimbangkan?
25. Kenapa anda memilih tempat kuliah anda?
26. Apa dasar anda dalam memilih jurusan ?
27. Apa mata kuliah yang paling anda senangi? Apa yang paling anda tidak senangi?
28. Apakah anda suka melakukan penelitian independen?
29. Apa perubahan yang akan anda lakukan di Universitas tempat anda kuliah?
30. Apakah menurut anda, nilai anda merupakan indikasi terbaik untuk hasil akademik anda?
31. Apa yang telah anda pelajari dari kegiatan ekstrakurikuler?
32. Apakah anda berniat untuk sekolah lagi?
33. Suasana kerja seperti apa yang membuat anda merasa nyaman bekerja?
34. Bagaimana anda bekerja dibawah tekanan?
35. Pekerjaan paruh waktu seperti apa yang membuat anda tertarik? Dan kenapa?
36. Bagaimana anda mendeskripsikan pekerjaan ideal bagi anda setelah anda lulus kuliah?
37. Mengapa anda memutuskan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini?
38. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan kami?
39. Apa hal yang paling penting dalam pekerjaan anda?
40. Kriteria seperti apa yang anda gunakan, untuk mengevaluasi perusahaan yang anda harapkan menjadi tempat anda nanti bekerja?
41. Bagaimana dengan pilihan wilayah bekerja?
42. Maukah anda dipindahtugaskan ke daerah lain? Apakah pemindahtugasan tersebut menggangu anda?
43. Apakah anda mau melakukan travelling?
44. Apakah anda mau mengikuti pelatihan selama paling kurang 6 bulan?
45. Apa masalah besar yang pernah anda temui dan bagaimana anda menyelesaikannya?
46. Apa yang dapat anda pelajari dari kesalahan yang anda buat?
Jual HDY Baby Diaper Bag @ 
Pertanyaan-Pertanyaan Lain yang Mungkin
1. Ceritakan tentang diri anda
2. Apa yang anda ketahui tentang posisi dimana anda sekarang sedang diwawancarai?
3. Apa yang anda pelajari dari tiga posisi terakhir anda?
4. Apakah anda menyukai pekerjaan anda? Kenapa?
5. Selama perjalanan karir anda, posisi mana yang paling anda sukai?
6. Kenapa anda ingin merubah karir anda?
7. Apakah anda memiliki pengalaman sebagai supervisor atau admin?. Ceritakan kepada saya.
8. Bagaimana gaya manajemen anda?
9. Bagaimana keahlian people-management? Berikan satu atau dua contoh.
10. Seberapa bagus anda berkomunikasi secara lisan dan tulisan? Berikan beberapa contoh.
11. Dapatkan anda memenuhi deadline? Jika iya, berikan contoh.
12. Berikan contoh keputusan yang anda buat, yang menguntungkan perusahaan.
13. Apa yang akan dikatakan oleh rekan kerja anda mengenai diri anda?
14. Apa yg dapat memotivasi anda?
15. Apa hobi anda?
16. Apa yang anda lakukan di waktu senggang anda?
17. Apakah anda mau melakukan perjalanan untuk posisi ini?
18. Jika karir anda menghendaki, apakah anda mau dipindahtugaskan dengan kenaikan jabatan?
19. Apa persyaratan gaji anda?
20. Apa yang akan dikatakan atasan anda tentang anda?
Sumber : CDC-FTUI

Trik Menghadapi Bos yang Galak

Memiliki atasan yang temperamental sudah pasti akan membuat suasana kerja jadi tidak menyenangkan. Bisa-bisa kalian malah stress saat bekerja, alhasil kerja pun jadi tidak optimal. Jika Anda dalam posisi seperti ini tidak perlu terlalu khawatir. Karena Anda harus tahu bagaimana caranya menghadapi bos yang galak.
Biasanya kurangnya komunikasi lah yang jadi penyebab utama terjadi situasi seperti ini. Namun Anda dapat mengantisipasi keadaan seperti ini dengan cara berikut,
Bersifat proaktif dan menunjukkan inisiatif, untuk menghindar dari kemarahan atasan lakukan pekerjaan Anda dengan sebaik-baiknya. Bersikap lah poraktif dan tunjukkan inisiatif tinggi Anda dengan mencapai prestasi kerja yang memuaskan.
Bersikap bijaksana dan tenang, saat harus berhadapan dengan atasan, cobalah untuk tenang sehingga emosi Anda juga ikut terkntrol dengan baik. Lakukan pendekatan dengan atasan Anda secara terarah, terencana dan tidak menyerang langsung. Dengan cara ini Anda jadi lebih mudah menghadapi bos Anda.
Ciptakan komunikasi yang baik, perhatikan nada bicara Anda. Usahakan untuk tidak melakukan intervensi atau penilaian terhadap Bos. Usahakan agar Anda selalu bisa mempertangung jawabkan apa yang Anda ucapkan saat berkomunikasi dengan atasan Anda. Dan yang paling penting, biasakan untuk tidak membawa urusan pribadi atau personal ke hadapan bos Anda. Saat sedang berkomunikasi, biasakan juga untuk menjadi pendengar yang baik.
Hindari terjadinya konflik internal, sebisanya untuk menghindari konflik dengan atasan, apalagi di depan publik (rekan kerja) karena pastinya Anda akan dianggap menentang peraturan yang sudah ada. Walau Anda kesal dengan atasan Anda jangan pernah membicarakan kejelekannya di depan rekan kerja Anda, walaupun mereka terlihat setuju dengan Anda karena jika Anda melakukannya, Anda hanya akan memperbesar konflik atau permasalahan yang ada.
Bersikap diam dan mengalah, jika Anda ditegur di depan umum oleh atasan Anda, sebaiknya Anda diam saja. Ini bertujuan agar masalah tak menjadi berlarut-larut. Bersabar dan diam adalah kunci utama menghadapi bos yang temperamental. Tetaplah bersikap sopan, hal ini akan membuat atasan Anda justru merasa apa yang dilakukannya salah dan meminta maaf kepada Anda.
Jadi, sebagai karyawan yang baik menghadapi bos yang pemarah memang tidak lah mudah, tapi usahakan untuk selalu bersabar. Karena watak seseorang memang tidak bisa kita ubah, tapi kita bisa belajar untuk menerimanya, sebagai bentuk pembelajaran diri.

7 Alasan Kenapa Saya di Benci Bos

1.       Banyak Berbicara :
     Saya termasuk orang yang banyak berbicara sedikit bekerja. Bahkan kalau di persentase      85% berbicara, 10% bekerja, 5% lain-lain
2.       Ceplas – Ceplos :
     Berbicara tanpa filter terlebih dahulu, bahkan tidak peduli dengan siapa lawan berbicaranya
3.       Idealisme :
     Bos bilang saya ini orangnya idealis, sakit rasanya hati ini di katain idealis, mending bilang Anang bangsat itu masih bisa aku terima.
4.       Kritikan Yang Pedas :
     Memang sih saya mengkritik sifatnya tidak membangun, boleh dikata kritikan saya ini kritikan yang menyakitkan.
5.       Banyak Bertanya :
     Maksud dan tujuan saya bertanya bukan karena rasa ingin tahu, tapi sejauh mana  bos bisa menjelaskan pertanyaan saya tadi.
6.       Jujur :
     Jujur dalam hal ini adalah tidak bisa menyimpan rahasia, apabila bos jelek ya saya katakan jelek, apabila baik ya saya katakan baik.
7.       Provokator :
     Ini bos yang bilang lho, kalau saya suka provokasi orang-orang, makanya hati-hatilah dengan yang namanya Anang.
     Itulah alasan kenapa saya tidak di sukai bos. Selama kerja jadi Driver DPSKOGA  bertahun-tahun baru kali ini merasakan ketidakcocokan dengan bos saya. Walaupun terjadi ketidakcocokan saya pribadi tetap untuk bekerja secara profesional. Sebagai bawahan apa boleh buat, posisi saya relatif lemah di bandingkan bos. Bahkan semenjak terjadi ketidakcocokan ini, saya pernah menghadap manager untuk segera di pindah dimana saja, asal jangan di DPSKOGA lagi. Saya ceritakan kronologisnya kepada manager saya. Namun tanggapannya kurang memuaskan bagi saya. Intinya manager saya bilang ketidakcocokan itu jangan di jadikan alasan untuk tidak bersemangat dalam bekerja dan memberikan kinerja yang terbaik baik perusahaan, sekarang saatnya pak Anang untuk membuktikan itu, buktikan bahwa semua tuduhan itu tidak benar.
     Tetapi ada bos yang lain bilang ( tidak perlu saya sebutkan namanya ), Atasan tidak suka dengan bawahan ada dua kemungkinan penyebabnya yaitu bawahan yang kurang beres atau atasan yang kurang beres. Bila memang mas Anang yang beres terutama terkait kinerja, maka segera perbaiki dan tingkatkan kinerja. Bila mas Anang sudah berkinerja baik bahkan di atas rata-rata namun bosmu tetap tidak, maka bisa di pastikan bosmu itu yang tidak beres.
     Inilah cuplikan kata-kata bos waktu ngomong sama stafnya, “ Anang itu memang bangsat, masak saya dikatain merugikan perusahaan. Lihat saja nanti kalau dia bikin kesalahan akan saya bikin habis dia si bangsat itu. Kalau sibangsat itu bikin kesalahan lapor ke saya ( di tujukan kepada staf ), akan saya bikin habis dia. Semua sudah saya ceritain tinggal satu orang saja yang belum ( maksudnya para staf ). Hati-hati sama bangsat itu, dia provokator”.
     Namun bagi saya disukai  atau tidak disukai bos bukan jadi alasan untuk tidak semangat dalam bekerja. Karena masalah bos suka atau tidak suka, saya tetap mendapatkan penghasilan dan hak-hak saya. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban saya untuk bekerja dengan sebaik-baiknya dalam rangka memberikan hasil yang di harapkan.
     Walaupun saya merasa diincar dengan cara mencari kesalahan yang saya perbuat, maka saya positif thinking saja, akan saya jadikan motifasi pada diri saya sendiri, yaitu saya harus lebih semangat bekerja lagi dan rajin bekerja untuk menunjukkan kinerja yang terbaik, bila perlu tanpa membuat kesalahan apapun hehehe...., bila perlu saya harus menunjukkan diri sebagai karyawan terbaik yang memberikan manfaat dan kinerja melebihi rekan kerja saya, walaupun saya sendiri yang tidak dapat THR dari bos.
     Kok jadi curhat ya..., agar tidak ngelantur kemana-mana saya akhiri sampai disini dulu, untuk para pembaca yang budiman saya ucapkan banyak-banyak terimakasih atas waktunya untuk membaca postingan ini.
     Salam